Istilah Daftar Istilah
Glosarium Istilah Manajemen Sumber Daya Manusia dan Tunjangan Karyawan
Daftar isi
Tim merayakan keberhasilan mendapatkan kontrak di Empuls

Survei Karyawan - Definisi dan Pentingnya

Survei karyawan adalah cara bagi perusahaan untuk mengetahui pendapat, perasaan, dan pengalaman para karyawannya. Ini merupakan cara yang sangat baik untuk memahami budaya perusahaan, mengidentifikasi bidang-bidang yang perlu ditingkatkan, serta memberikan masukan terkait pekerjaan.

Survei karyawan sering kali digunakan bersamaan dengan metode lain untuk mengumpulkan masukan dari karyawan, seperti kelompok fokus atau wawancara. Survei ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari proses wawancara keluar ketika seorang karyawan meninggalkan perusahaan.

Apa itu survei karyawan?

Survei karyawan adalah cara bagi pemberi kerja untuk mendapatkan masukan dari karyawan mengenai persepsi mereka terhadap tempat kerja. Anda dapat menggunakan survei untuk mengumpulkan informasi mengenai pendapat karyawan tentang perusahaan, budayanya, manajemen, kepemimpinan, serta masalah lain yang mereka hadapi.

Apa saja praktik terbaik dalam survei karyawan?

Melakukan survei karyawan yang efektif memerlukan penerapan beberapa praktik terbaik untuk memastikan Anda memperoleh wawasan yang bermakna dan menciptakan pengalaman yang positif bagi para peserta. Berikut adalah beberapa praktik terbaik yang penting:

  • Tentukan tujuan yang jelas: Jelaskan dengan jelas tujuan survei dan apa yang ingin Anda capai. Hal ini akan membantu dalam merancang pertanyaan yang relevan dan memfokuskan pada aspek-aspek yang akan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.
  • Pastikan anonimitas dan kerahasiaan: Yakinkan karyawan bahwa tanggapan mereka akan dijaga kerahasiaannya dan bersifat anonim. Hal ini mendorong pemberian umpan balik yang jujur dan meningkatkan tingkat partisipasi.
  • Ajukan pertanyaan yang relevan dan ringkas: Pastikan survei tetap fokus dan ringkas. Hindari survei yang terlalu panjang karena dapat membuat responden bosan dan mengakibatkan jawaban yang tidak lengkap. Gunakan berbagai jenis pertanyaan, seperti pilihan ganda, skala Likert, dan pertanyaan terbuka, untuk mengumpulkan beragam masukan.
  • Gunakan bahasa yang jelas dan netral: Pastikan pertanyaan dirumuskan dengan jelas dan bebas dari bias. Hindari pertanyaan yang mengarahkan yang dapat memengaruhi jawaban.
  • Lakukan uji coba survei: Lakukan uji coba dengan sekelompok kecil karyawan untuk mengidentifikasi masalah terkait kejelasan pertanyaan atau alur survei. Gunakan masukan tersebut untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan sebelum meluncurkan survei ke seluruh organisasi.
  • Sampaikan tujuan dan pentingnya survei: Sampaikan dengan jelas tujuan survei kepada karyawan dan jelaskan bagaimana masukan mereka akan dimanfaatkan. Tekankan pentingnya partisipasi mereka dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada perubahan positif di dalam organisasi.
  • Berikan waktu yang cukup untuk mengisi survei: Berikan waktu yang cukup kepada karyawan untuk mengisi survei, tetapi tetapkan batas waktu yang jelas. Jangka waktu yang umum adalah satu hingga dua minggu.
  • Dorong partisipasi: Promosikan survei ini melalui berbagai saluran, seperti email, komunikasi internal, dan rapat tim. Dorong para manajer untuk mendukung dan mengingatkan tim mereka mengenai survei ini.
  • Analisis dan sampaikan hasilnya: Segera analisis hasil survei dan sampaikan temuan utama kepada karyawan. Jelaskan secara terbuka apa yang terungkap dalam survei tersebut serta bagaimana organisasi berencana menangani berbagai masalah atau saran yang ada.
  • Tindaklanjuti masukan yang diterima: Susun rencana tindakan berdasarkan hasil survei. Sampaikan langkah-langkah yang akan diambil organisasi untuk menanggapi masukan tersebut dan melakukan perbaikan. Berikan pembaruan perkembangan secara berkala untuk menunjukkan kepada karyawan bahwa masukan mereka dihargai dan menghasilkan perubahan nyata.
  • Lakukan survei secara rutin: Jadikan survei karyawan sebagai praktik rutin untuk terus mengumpulkan masukan dan memantau perkembangan dari waktu ke waktu. Survei rutin menunjukkan komitmen untuk mendengarkan karyawan dan melakukan perbaikan berkelanjutan.

Mengapa survei karyawan itu penting?

Survei karyawan itu penting karena dapat membantu Anda:

  • Untuk mengevaluasi kinerja Anda sebagai manajer atau supervisor.
  • Untuk mengevaluasi efektivitas suatu perubahan atau inisiatif organisasi.
  • Untuk meningkatkan kinerja, mengurangi tingkat pergantian karyawan, dan meningkatkan keterlibatan karyawan.
  • Untuk menentukan apakah ada kebutuhan untuk meningkatkan tunjangan perusahaan atau program pelatihan karyawan.

Seberapa efektifkah survei karyawan?

Survei karyawan bisa sangat efektif jika digunakan dengan benar. Namun, hasilnya hanya akan bermanfaat jika pertanyaan-pertanyaan dalam survei dirancang dengan baik dan Anda memiliki rencana tindakan untuk menindaklanjuti temuan-temuan tersebut.

Salah satu hal terpenting yang perlu diingat adalah tidak ada pendekatan yang cocok untuk semua dalam hal survei karyawan. Penyusunan survei Anda akan bergantung pada apa yang ingin Anda ketahui dan jenis umpan balik apa yang Anda harapkan dari survei tersebut.

Apakah sebaiknya Anda jujur dalam survei karyawan?

Jawabannya adalah ya. Alasannya adalah bahwa survei merupakan kesempatan untuk membangun kepercayaan dan menumbuhkan budaya keterbukaan. Pendekatan terbaik adalah menjawab dengan sejujur mungkin.

Sangat wajar jika kita merasa ragu untuk mengungkapkan pikiran atau pendapat negatif. Anda mungkin khawatir akan menyakiti perasaan orang lain atau dianggap tidak bersyukur atau tidak setia. Namun, kenyataannya sebagian besar orang ingin mendengarkan apa yang ingin Anda sampaikan — dan mereka lebih menghargai kejujuran daripada hal lain apa pun.

Apa saja jenis-jenis survei karyawan?

Jenis-jenis survei karyawan yang paling umum adalah:

  • Survei pendapat karyawan: Survei ini meminta karyawan untuk menilai tingkat kepuasan mereka terhadap berbagai aspek di tempat kerja dengan skala penilaian dari satu hingga 10. 
  • Survei kepuasan karyawan: Survei ini menanyakan pendapat karyawan mengenai kualitas lingkungan kerja secara keseluruhan, gaya kepemimpinan, peluang pengembangan diri, budaya kerja, dan hal-hal lainnya—pada dasarnya semua aspek pengalaman mereka di tempat kerja yang memengaruhi kepuasan kerja (atau ketidakpuasan).
  • Survei keterlibatan karyawan: Ini adalah cara yang sangat baik untuk mengukur antusiasme karyawan terhadap pekerjaan mereka dengan mengajukan pertanyaan tentang seberapa termotivasi mereka dalam bekerja setiap hari dan apakah mereka merasa berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri dalam peran mereka di perusahaan.
  • Survei retensi karyawan: Survei ini membantu mengidentifikasi alasan mengapa karyawan memutuskan untuk keluar, sehingga Anda dapat mengatasi masalah tersebut sebelum kehilangan talenta berharga.
  • Survei kompensasi karyawan: Survei ini membantu memastikan bahwa karyawan mendapatkan gaji yang adil sesuai dengan keterampilan dan tingkat pengalaman mereka.

Tips dari Ahli

Ubah lingkungan kerja Anda dengan umpan balik secara real-time dari alat survei karyawan kami. Wujudkan perbaikan berkelanjutan.

Hubungi pakar survei karyawan kami sekarang juga!

Bagaimana cara menganalisis hasil survei karyawan?

Berikut ini empat langkah sederhana untuk menganalisis hasil survei karyawan:

  • Langkah 1: Periksa hasil untuk setiap pertanyaan.
  • Langkah 2: Cari pola dalam data.
  • Langkah 3: Kembangkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari data tersebut.
  • Langkah 4: Buat rencana tindakan berdasarkan wawasan tersebut.

Apa saja praktik terbaik yang penting dalam survei opini karyawan?  

Berikut adalah praktik terbaik dalam survei iklim kerja karyawan yang penting untuk membantu Anda terus memantau kondisi tenaga kerja Anda dan menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan:

1. Fokus dan waktu yang tepat

  • Pendekatan terfokus: Berbeda dengan survei tahunan, survei cepat berfokus pada topik tertentu atau isu-isu terkini. Hal ini bisa berupa peluncuran kebijakan baru, dinamika tim pasca restrukturisasi, atau mengukur tingkat kepuasan kerja jarak jauh.
  • Umpan balik yang dapat ditindaklanjuti: Rancang pertanyaan yang tidak hanya sekadar menilai tingkat kepuasan. Ajukan pertanyaan terbuka untuk memahami alasan di balik jawaban yang diberikan dan mengumpulkan wawasan guna melakukan perbaikan dengan cepat.
  • Frekuensi: Lakukan survei singkat lebih sering daripada survei konvensional (misalnya, setiap bulan, setiap tiga bulan). Namun, jaga keseimbangan agar responden tidak bosan. Lakukan survei hanya sesering yang memungkinkan Anda untuk menindaklanjuti hasilnya.

2. Perancangan dan pelaksanaan survei

  • Singkat dan padat: Buatlah survei singkat agar tetap ringkas; idealnya, survei tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 5–10 menit. Hal ini akan menjaga tingkat keterlibatan dan memastikan tingkat respons yang tinggi.
  • Aksesibilitas: Pilihlah platform yang ramah pengguna dan dapat diakses melalui berbagai perangkat agar semua orang dapat berpartisipasi dengan mudah.
  • Anonimitas dan kerahasiaan: Menjamin anonimitas untuk mendorong umpan balik yang jujur, bahkan mengenai topik-topik sensitif.

3. Komunikasi dan transparansi

  • Tujuan yang jelas: Sebelum peluncuran, jelaskan tujuan survei dan bagaimana masukan yang diterima akan digunakan untuk perbaikan.
  • Dorong partisipasi: Gunakan berbagai saluran untuk mendorong partisipasi, dengan menekankan pentingnya umpan balik yang mereka berikan secara langsung.
  • Transparansi dalam hasil: Bagikan temuan utama kepada karyawan secara tepat waktu. Bersikaplah jujur dan terbuka mengenai umpan balik tersebut, meskipun isinya bersifat kritis.

4. Mengambil tindakan dan memastikan semuanya berjalan lancar

  • Rencana aksi: Susun rencana aksi yang konkret berdasarkan hasil survei cepat. Prioritaskan masalah-masalah yang ada dan tetapkan jadwal yang realistis untuk menanganinya.
  • Komunikasi mengenai tindakan: Sampaikan rencana tindakan yang akan diambil berdasarkan masukan yang diterima. Hal ini menunjukkan kepada karyawan bahwa Anda mendengarkan dan mengambil langkah-langkah untuk melakukan perbaikan.
  • Menutup lingkaran: Berikan informasi terbaru mengenai perubahan yang telah diterapkan serta dampaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pendapat mereka dihargai dan membantu membangun kepercayaan.

5. Praktik terbaik lainnya

  • Jenis soal campuran: Gabungkan soal pilihan ganda untuk jawaban cepat dengan soal uraian untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam.
  • Perbandingan kinerja (opsional): Pertimbangkan untuk membandingkan data survei cepat Anda dengan tolok ukur industri untuk topik-topik tertentu guna memahami posisi Anda saat ini.
  • Survei singkat berkala: Lakukan survei singkat secara berkala mengenai berbagai topik untuk terus memantau perkembangan sentimen karyawan dan bidang-bidang yang memerlukan perhatian.

Bagaimana cara melakukan survei karyawan?

Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda merancang dan melaksanakan survei yang akan menghasilkan hasil yang bermanfaat:

  • Pastikan Anda sudah memiliki semua informasi yang diperlukan sebelum merancang survei Anda. Jika Anda tidak tahu jenis data apa yang Anda inginkan, Anda tidak akan bisa menyusun pertanyaan yang tepat.
  • Jangan buat surveinya terlalu panjang. Survei karyawan yang efektif sebaiknya dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 15 menit. Sangat penting agar karyawan merasa nyaman saat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, jadi buatlah surveinya singkat dan padat!
  • Pastikan survei Anda bersifat anonim dengan menggunakan metode survei double-blind (di mana responden tidak mengetahui siapa yang mengajukan pertanyaan) atau metode survei single-blind (di mana responden mengetahui siapa yang mengajukan pertanyaan).

Bagaimana cara membuat survei karyawan?

Jika Anda sedang mencari inspirasi untuk membuat survei karyawan, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diperhatikan.

  • Tentukan tujuan survei Anda. Pastikan pertanyaan yang diajukan sesuai dengan topik yang dibahas. Jika Anda ingin mengetahui pendapat mereka mengenai gaji dan tunjangan, pastikan topik-topik tersebut tercakup dalam survei Anda.
  • Buatlah draf survei dan ujilah dengan mengirimkannya kepada beberapa karyawan Anda serta mintalah masukan mereka mengenai pendapat mereka tentang survei tersebut. Hal ini akan membantu Anda menentukan apakah ada hal yang perlu diubah atau tidak.
  • Pastikan survei ini bersifat anonim, agar karyawan merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya kepada Anda.
  • Permudah karyawan untuk memberikan tanggapan dengan menyediakan formulir daring atau alamat email yang dapat mereka gunakan untuk mengirimkan tanggapan mereka.
  • Analisis hasil survei Anda dan ambil tindakan terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki.

Bagaimana cara meningkatkan hasil survei karyawan?

Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan survei karyawan Anda:

  • Pilihlah pertanyaan yang tepat.
  • Pilih alat survei yang tepat untuk keperluan tersebut.
  • Pilih waktu yang tepat untuk melakukan survei.
  • Pastikan semua orang memahami apa yang diminta dari mereka.
  • Berikan hadiah atau insentif bagi peserta (misalnya, kartu hadiah)
  • Pastikan setiap karyawan mendapat kesempatan untuk ikut serta.

Bagaimana cara meningkatkan partisipasi dalam survei karyawan?

Jika tingkat partisipasi survei di perusahaan Anda rendah, berikut beberapa tips untuk meningkatkannya:

  • Pastikan survei Anda dirancang dengan baik. 
  • Beritahukan kepada orang-orang bahwa tanggapan mereka bersifat anonim atau rahasia.
  • Ajukan pertanyaan yang relevan dan menarik. Jangan buat pertanyaan yang terlalu panjang.
  • Berikan insentif. Karyawan cenderung lebih bersedia mengisi survei jika prosesnya mudah dan sepadan dengan waktu yang mereka luangkan. 
  • Pastikan survei Anda mudah dan cepat untuk diisi. Semakin lama waktu yang dibutuhkan karyawan untuk mengisi survei, semakin kecil kemungkinan mereka untuk menyelesaikannya.
  • Tentukan batas waktu pengisian survei agar orang-orang tidak lupa atau mengabaikannya.

Bagaimana cara mengisi survei karyawan?

Berikut ini beberapa tips tentang cara mengisi survei karyawan:

  • Jawablah dengan jujur. Jika Anda tidak memberikan gambaran yang objektif tentang perusahaan, hal itu dapat berdampak negatif terhadap pandangan rekan kerja Anda dan diri Anda sendiri.
  • Jangan berasumsi tentang apa yang dipikirkan atau dirasakan orang lain saat menjawab pertanyaan.
  • Jangan takut untuk jujur mengenai pengalaman negatif atau kekhawatiran, tapi pastikan tetap bersifat konstruktif! Jangan hanya berkata, "Tempat ini payah." Sebaliknya, ajukan pertanyaan seperti "Mengapa kita melakukan ini?" atau "Apa cara yang lebih baik untuk menangani situasi ini?"
  • Pahami tujuan survei tersebut dan tanyakan pada diri Anda sendiri apakah tujuan tersebut sesuai dengan yang Anda duga. Jika ada ketidakjelasan mengenai pertanyaan yang diajukan, mintalah klarifikasi kepada atasan atau bagian SDM sebelum menjawab survei tersebut.

Apa saja pertanyaan terbaik untuk survei karyawan?

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk menyelenggarakan survei karyawan yang efektif:

1. Keterlibatan dan kepuasan

  • Pada skala 1 sampai 10, seberapa puaskah Anda dengan pekerjaan Anda saat ini?
  • Seberapa besar kemungkinan Anda merekomendasikan perusahaan kami sebagai tempat kerja yang bagus?

2. Masukan mengenai manajemen

  • Apakah Anda merasa didukung oleh atasan Anda dalam menjalankan tugas Anda?
  • Seberapa sering Anda menerima masukan yang membangun dari atasan Anda?

3. Peluang untuk berkembang

  • Apakah Anda yakin ada peluang pengembangan karier yang baik di perusahaan ini?
  • Seberapa puaskah Anda dengan sumber daya pengembangan profesional yang disediakan?

4. Lingkungan kerja

  • Apakah Anda merasa tempat kerja Anda inklusif dan menghormati semua orang?
  • Bagaimana Anda menilai komunikasi di dalam tim Anda?

5. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi

  • Dalam skala 1 sampai 10, bagaimana Anda menilai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda?
  • Apakah Anda merasa nyaman mengambil cuti saat diperlukan?

6. Pengakuan dan penghargaan

  • Apakah Anda merasa kontribusi Anda di tempat kerja dihargai?
  • Seberapa berartikah pengakuan yang Anda terima dari rekan kerja dan atasan Anda?
Pelajari bagaimana Empuls membantu organisasi Anda